mas template
Tampilkan postingan dengan label dalam negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam negeri. Tampilkan semua postingan

Istri 2, Selingkuhan 3, Masih Juga Gaet ABG

SAMPANG - Mohammad Dani (24), mahasiswa fakultas hukum asal Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, benar-benar ‘lelananging jagat’, pria yang serakah terhadap perempuan.

menggaet abg

Bayangkan saja. Sudah punya dua istri dan tiga teman selingkuh, tapi masih saja kurang. Untuk memuaskan hasratnya yang menggebu-gebu, ayah tiga anak ini menggaet beberapa gadis ABG.

Parahnya, setiap kali bercinta dengan anak-anak baru gede itu, ia merekam adegan demi adegan menggunakan kamera ponsel dan kamera poket. Hasil rekaman ini, katanya, untuk koleksi dan dilihat sewaktu-waktu sebagai kenangan. Kisah ini mengingatkan kita pada kasus ‘Ariel Peterpan’ yang heboh itu.

Beruntung perbuatan buruk Dani itu terungkap, meski sudah berlangsung selama beberapa bulan. Salah seorang gadis yang baru berumur belasan tahun, melaporkan kejahatan Dani ke Polres Sampang.

Dani yang kini tinggal di rumah bersama nenek, lantaran dua istri dan ibu kandungnya bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, ditangkap polisi, Kamis (29/9).

Saat menggeledah rumah Dani, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa kain lap yang masih lengket dengan sperma dan tumpukan tisu yang bertebaran di bawah tempat tidurnya.

Selain itu juga celana dalam wanita bernoda darah ditemukan di lemari pakaian. Celana ini belum sempat dicuci. Dan juga kamera digital berisi sejumlah adegan hubungan suami istri dengan para korban.

Kepada petugas yang memeriksanya, Dani mengakui semua perbuatannya. Dia menyatakan sengaja merekam adegan 17 tahun ke atas bersama para ABG itu untuk koleksi pribadi, bukan untuk disebarluaskan ke orang lain.

Perbuatan busuk Dani terkuak setelah sejumlah tetangganya mencurigai kebiasaan pria itu membawa gadis-gadis ABG ke rumahnya. Warga kesal karena perbuatan Dani itu dilakukan siang maupun malam dan sudah berlangsung sejak enam bulan lalu.

Kesabaran warga habis, karena Dani tak segera menyadari bahwa perbuatannya itu telah meresahkan warga sekitar. Akhirnya, beberapa hari lalu, sejumlah warga melaporkan perilaku buruk Dani kepada Kepala Desa Apaan, Jailani.

Tetapi, Jailani belum berani bertindak, karena sampai saat itu belum ada korban yang melapor. Apalagi, warga juga belum melihat dengan mata kepala bahwa Dani tengah bercinta dengan gadis-gadis yang diusungnya hampir setiap hari.

Kabar buruk mengenai tingkah laku Dani itu telah menyebar di masyarakat, hingga sampai ke telinga orang tua Mawar (nama samaran) yang melihat anak gadisnya terlihat beberapa kali bersama Dani.

Melihat perilaku anaknya berubah, orangtua gadis berusia 17 tahun ini curiga. Ketika didesak, Mawar mengaku telah beberapa kali berhubungan intim dengan Dani. Gadis ini juga mengakui bahwa adegan-adegan terlarang itu telah direkam dari berbagai sudut.

Awalnya Mawar menolak adegannya difoto. Namun, ia hanya bisa pasrah setelah Dani mengobral rayuan-rayuan mautnya. Kepada Mawar, dan juga para ABG lainnya, Dani mengaku masih bujang. Kepada setiap remaja itu, Dani menyatakan bahwa gadis itu adalah satu-satunya perempuan yang menjadi tambatan hati. Foto dibuat hanya untuk koleksi dan tak akan disebarluaskan.

Saat mendapat laporan dari orangtua Mawar, polisi tidak langsung bertindak. Gadis itu diminta memancing Dani untuk bertemu di sebuah rumah di Desa Aeng Sare, Kecamatan Kota, Sampang. Tanpa curiga, Dani datang mengendarai sepeda motor, kemudian berbincang-bincang dengan Mawar lalu mengajak pergi untuk kembali berhubungan intim. Saat itulah polisi meringkus Dani.

Menurut Uddin, warga Apaan, sebelum kuliah, Dani bekerja di Arab Saudi sebagai TKI bersama dua istri dan ibu kandungnya. Ayah Dani telah meninggal dunia. Karena ingin kuliah, Dani pulang ke Sampang, sedangkan dua istri dan ibunya tetap bekerja di negeri kurma untuk membiayai kuliah Dani.

Namun, Dani yang berambut gondrong dan berpenampilan rapi serta melengkapi diri dengan Yamaha Vixion 2011 ini menyalahgunakan kepercayaan istri dan orangtuanya. “Uang kiriman kedua istri dan ibu kandungnya itu dibuat foya-foya bersama beberapa gadis ABG,” kata Uddin.

Kapolres Sampang AKBP Agus Santoso kepada Surya mengatakan, tersangka akan dijerat Pasal 81 Ayat 1 dan 2 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus ala Dani banyak terjadi pada para suami yang ditinggal istri bekerja di luar negeri. Awal Agustus 2011 lalu, misalnya, Mino (35), warga Desa Sindurejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, ditangkap polisi setelah tepergok meniduri gadis berumur 17 tahun. Ayah satu anak itu tak tahan setelah tiga tahun ditinggal istri bekerja di Arab Saudi.

Demikian pula Sugiyanto, warga Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, ditangkap warga saat berbuat mesum dengan Wiji Lestari, Rabu (20/7). Pria itu juga tak tahan setelah ditinggal istri mencari nafkah sebagai TKW di Hongkong.

Sumber : surya.co.id
03.53 | 2 comments | Selengkapnya

Batal Menikah, Gadis ABG Pilih Bunuh Diri

MOJOKERTO – Lailatul Fajriyah, gadis berusia 18 tahun asal Dusun Pasinan, Desa Dadapan, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga aksi nekat yang dilakukan korban ini lantaran ia urung menikah dengan kekasihnya.

gantung diri

Aksi bunuh diri pertama kali diketahui oleh Buali, 47, ayah korban. Beberapa saat sebelum melihat anaknya tewas, Buali sempat mengajak korban untuk mencari kayu bakar. Namun, ajakan sang ayah itu tak dituruti korban. ”Sekitar pukul 09.30, saya ajak dia mencari kayu bakar. Tapi sampai di kebun, dia tak juga muncul,” terang Buali.

Merasa ada yang janggal, Buali kembali ke rumah untuk mencari anaknya. Saat masuk kamar, Buali langsung terhenyak. Ia melihat tubuh anaknya tergantung di langit-langit kamar. Leher korban terikat dengan seutas tali dan dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa.

Mengetahui sang anak bunuh diri, Buali lantas meminta pertolongan kepada sejumlah tetangga. Beberapa saat, rumah sederhana itupun dikerumuni banyak warga. Tubuh korban baru dievakuasi setelah sejumlah anggota polisi datang ke lokasi kejadian. Jenazah korban sempat divisum di RSUD dr Soekandar Mojosari.

Warga menduga, aksi nekat yang dilakukan korban itu lantaran kecewa dengan Suswanto, yang sudah tiga tahun ini menjalin hubungan dengannya. Diduga pula korban putus asa lantaran rencana pernihakannya dengan warga Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro itu selalu saja tertunda. ”Sudah dilamar, tapi pernikahannya ditunda sampai tiga kali dan belum ada kejelasan,” ungkap salah satu warga.

Warga juga menduga, urungnya pernikahan korban itu dilatarbelakangi kondisi ekonomi korban yang terbilang lemah. Korban sendiri hanya mengenyam pendidikan hingga kelas II di salah satu SMP swasta di Mojosari. Korban tak sempat menuntaskan studinya karena orang tuanya yang tak mampu menanggung biaya sekolah.

Menurut warga pula, akhir-akhir ini korban memang terlihat murung. Itu setelah pesta pernikahan yang ketiga kalinya beberapa hari lalu direncanakan, kembali batal. Sejak saat itulah korban lebih banyak mengurung diri di kamar. ”Kami yakin itu karena pernikahannya yang selalu dibatalkan orang tua kekasihnya,” tambah warga lainnya.

Kapolsek Pungging AKP Siswoyo mengatakan, hasil oleh TKP yang dilakukan polisi, kejadian ini murni bunuh diri. Ini juga berdasar hasil visum yang dilakukan tim dokter. Menurutnya, tak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh korban. ”Ini murni bunuh diri. Motifnya, kami masih akan meminta keterangan kepada orang tua korban,” terang Siswoyo.

Sumber : news.okezone.com
09.57 | 0 comments | Selengkapnya

Benda Asing Disinyalir UFO Tertangkap Kamera Warga Kalasan Sleman

Sebuah foto benda asing yang diduga gambar pesawat UFO (Unidentified Flying Object) tanpa sengaja tertangkap kamera seorang warga Kalasan, Kabupaten Sleman, Didit Widiatmoko yang juga salah seorang pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gunungkidul. Foto benda asing yang diambil sekitar sepekan dari penemuan crop circle di Dusun Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman diduga kuat tepat berada di langit kota Piyungan, Kabupaten Bantul.


Menurut Didit Widiatmoko foto benda asing tersebut ditangkap kameranya saat dia sedang mengambil gambar pemandangan di bukit Hargodumilah yang berbatasan antara kabupaten Bantul dan Gunungkidul. “Semula saya tidak melihat, tapi begitu saya pindahkan ke komputer dan saya perbesar baru terlihat ada benda asing tersebut,” katanya Rabu (26/1) kemarin.

Dijelaskannya foto tersebut diambil pada hari Minggu (16/1) pada pukul 13.20 lalu. Dengan mengunakan kamera yang belum lama dibelinya itu, dia mencoba mengambil gambar pemandangan dari puncak bukit Hargodumilah sebagai kenang-kenagan. Namun dari sekian banyak foto yang diambil ada satu foto yang menunjukkan gambar benda aneh. Dan ketika diperbesar dengan mengunakan komputer nampak jelas gambar benda asing.

Dan ketika dia melihat berita dari media tentang penemuan crop circle dia mencoba mengkait-kaitkan dengan foto yang dimiliki. Namun begitu dia tidak berani berspekulasi dan memastika jika gambar yang dia miliki merupakan gambar UFO maupun bukan. “Saya belum yakin dan masih bertanya-tanya benda asing ini apa,” ujarnya.

Foto milik Didit ini pun menjadi pusat perhatian teman-teman sekantornya untuk melihat. Mereka yang melihat mencoba mengkait-kaitkan dengan penemuan crop circle di daerah Berbah, Sleman. Jika pun benar ini gambar UFO mereka menduga kemungkinan pesawat luar angkasa itu melakukan survey sebelum mencari daerah pendaratan.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2011/01/27/82997/Benda-Asing-Disinyalir-UFO-Tertangkap-Kamera-Warga-
03.08 | 0 comments | Selengkapnya

Penampakan Sosok Makhluk Halus Hebohkan Warga Blimbing Malang

Sesosok penampakan makhluk halus yang terlihat di foto milik pasangan suami istri Asmari (46) dan Jamiyati (37), warga Jl LA Sucipto, Gang Mungil, No 214 Kelurahan/Kecamatan Blimbing, Kota Malang, menghebohkan warga setempat.

Menurut Jamiyati, foto penampakan mahkluk halus itu terpotret dalam handphone berkamera miliknya, saat hendak mengambil foto salah seorang anaknya yang bernama Asri Savira Ayu Diah Pratiwi yang berumur 13 bulan, pada 24 Januari 2011 lalu.

"Foto itu saya ambil 24 Januari lalu, di rumah ini, sekira pukul 07.00 WIB, saat anak saya selesai mandi. Saya tertarik untuk memfoto karena dia kelihatan lucu, jadi saya foto disini," ucap Jamiyati sambil menujukan pintu yang menjadi lokasi pengambilan foto.

Menurut Jamiyati usai mengambil foto, dirinya tidak langsung memeriksa foto yang tersimpan di ponsel berkamera miliknya. Foto penampakan makhluk halus itu baru diketahui pada Senin (21/03/2011) pagi, sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu ponsel yang dipakai untuk memotret, dipegang oleh anaknya yang lain yang bernama Puteri Nur Rahmatillah (11).

"Waktu itu sehabis mengambil foto ya di diamkan saja, karena saya cuma mau mengambil foto begitu saja, baru saat itu Puteri yang melihat hasil foto-foto di HP saya, terkejut dengan penampakan itu,” katanya.

Saat itu menurutnya Puteri dan dirinya terkejut saat mengetahui, bahwa di foto Asri Savira Ayu Diah Pratiwi itu dibelakangnya ada gambar mahkluk halus, berwajah separuh, pakai baju putih dan berambut panjang terurai.

Sejak itulah aku Jamiyati didampingi suaminya, mulai banyak didatangi warga dan tetangga dan membuat penasaran ingin meliatnya. Bahkan, warga gang sebelah juga berbondong-bondong ingin melihatnya. “Wah jadi artis saya ini. banyak warga dan wartawan yang kesini,” celetuk Jamiyati saat diambil gambar oleh wartawan televisi saat itu.

Sementara itu, menurut pengakuan Asmari, suami Jamiyati, maklus halus di rumah dan disekitar rumahnya itu memang bukan hal yang baru. “Dulu, disekitar rumah ini jarang ada rumah penduduk. Di sebelah kiri rumah saya ini dulu ada sumur, katanya makluk halus itu sering mandi disitu,” ceritanya.

Setelah sumur tua itu dikeruk dan ditutup dijadikan tempat pembuangan sampah, makhluk halusnya sering mandi di kamar mandi rumah Asmari itu. "Sumur di tutup itu sekira tahun 1998 lalu. Rumah saya ini dibangun sejak 1994 lalu. Jadi, disini sejaranya orang dulu, memang banyak mahkluk halusnya. Dan katanya wajahnya memang separuh, seperti yang ada dalam foto di HP itu,” katanya.

Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1349032/foto-penampakan-makhluk-halus-hebohkan-malang
02.53 | 0 comments | Selengkapnya

Misteri Kematian Ibu Tien Soeharto Terungkap

28 April 1996 silam, Indonesia mendapat kabar duka. Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto (Ibu Tien) berpulang ke Sang Khalik akibat serangan jantung mendadak tepatnya pada pukul 05.10 WIB bertepatan dengan perayaan Idul Adha.

Ironisnya, muncul isu miring ke telinga masyarakat yang menyatakan bahwa Ibu Tien meninggal akibat tertembak peluru saat Hutomo Mandala Putra (Tommy) tengah bersitegang dengan kakaknya Bambang Trihatmodjo karena berebut proyek mobil nasional.

Belum ada satu pun pihak yang mengklarifikasi kabar ini. Namun, kabar miring tersebut akhirnya terungkap dalam buku Pak Harto The Untold Stories. Kronologis kematian Ibu Tien dikupas secara lengkap oleh mantan ajudan Soeharto yang juga mantan Kapolri Jenderal Sutanto.

“Itu adalah rumor dan cerita yang sangat kejam dan tidak benar sama sekali. Saya saksi hidup yang menyaksikan Ibu Tien terkena serangan jantung mendadak, membawa ke mobil, dan terus menunggu di luar ruangan saat tim dokter RSPAD melakukan upaya medis,” kata Sutanto dalam buku tersebut.

Menurutnya, pada saat-saat terakhir itu Soeharto terus mendampingi Ibu Tien di rumah sakit. Soeharto, kata Sutanto, nampak dirundung kesedihan mendalam. Bagaimana tidak, Ibu Tien adalah sosok yang mendampingi Soeharto selama puluhan tahun.

“Sekira pukul 04.00 WIB, Ibu Tien mendapat serangan jantung mendadak. Ibu nampak sulit bernafas. Saya sendiri turut membawa Ibu dari rumah ke mobil dan selanjutnya ke RSPAD. Saat itu, selain Pak Harto, Mas Tommy, dan Mas Sigit ikut mendampingi,” tandasnya.

“Saya harap jangan sampai rumor tidak benar itu tetap dipercaya oleh sebagian orang yang hingga kini terus menganggapnya benar,” pungkasnya.

Ibu Tien dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah, pada 29 April 1996 sekitar pukul 14.30 WIB. Upacara pemakaman tersebut dipimpin oleh inspektur upacara yaitu Ketua DPR/MPR saat itu, Wahono dan Komandan upacara Kolonel Inf G Manurung, Komandan Brigif 6 Kostrad saat itu.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/06/09/337/466502/misteri-kematian-ibu-tien-terungkap
01.31 | 0 comments | Selengkapnya

Pengakuan Pembuat Crop Circle Sleman, Terinspirasi Film UFO!

Pembuat lingkaran berpola atau Crop Circle di Sleman diduga dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gajah Mada. Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut mengaku sengaja membuat pola tersebut.

"Jejak UFO ini terinspirasi oleh beberapa jejak UFO yang telah diketahui faktanya di beberapa tempat di Jerman dan California Amerika," papar pria yang dikenal jago matematika ini seperti dilansir studentmagz, Selasa (25/1/2011).

Mahasiswa tersebut menjelaskan, Circle Crop yang dibuatnya hampir mirip dengan Circle Crop fiktif yang ada di Jerman sekira tahun 1980-an. "Jejak UFO seperti itu sudah ada sejak lama," katanya lewat chat. Untuk mengerjakan pola dan gambar tersebut, dirinya dibantu oleh lima temannya.


"Seorang mahasiswa MIPA UGM yang kebetulan tidak balik kampung ketika liburan, dan nekat mengikuti teman-teman di kampusnya ke Sleman. Menurutnya yang sebenarnya mengharamkan info ini diterbitkan, tapi dia memastikan circle crop itu murni perbuatan ia dan teman-temannya yang lebih dari enam orang."

Sebelumnya, warga Dusun Kracakan dihebohkan dengan pemandangan aneh di lokasi persawahan dusun setempat. Pemandangan aneh itu berupa robohnya batang padi yang membentuk beberapa lingkaran besar dan kecil.

Anehnya, lingkaran batang padi yang roboh tersebut seperti tulisan kaligrafi. Sedangkan besarnya lingkaran diperkirakan antara 15-20 meter. Bahkan, ada yang menduga pemandangan aneh itu merupakan bekas pendaratan pesawat UFO dari planet lain.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/01/25/340/417696/pembuat-crop-circle-sleman-terinspirasi-film-ufo
01.22 | 0 comments | Selengkapnya

Penampakan Wanita Berjilbab Putih di Desa Bobotsari Banyumas

Warga Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari dihebohkan dengan beredarnya penampakan sosok makhluk berjilbab putih, yang terekam oleh salah seorang warga. Video berdurasi kurang dari satu menit dan foto-foto yang terekaM di handphone tersebut diambil di sebuah curug atau air terjun kecil, yang berada di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja.

Sosok perempuan berjilbab putih dan menggunakan baju putih dengan celana warha biru tersebut terekam dalam video dan jepretan kamera, oleh Sisum (18), warga Desa Tlahab Kidul Karangreja yang sedang bertamasya dengan ketiga orang rekannya di curug tersebut. Video dan foto yang ad di kamera milik Sisum tersebut diambil pada 1 Januari lalu sekitar pukul 12.00.

Dalam video dan foto tersebut, terlihat wanita berjilbab putih ikut asyik bermain air dibelakang tiga orang rekan Sisum. Tak hanya itu, sosok makhluk wanita berjilbab putih tersebut juga ikut nampang di beberapa foto, yang dijepret dari kamera tersebut. Ada lebih dari empat foto yang merekam kemunculan, penampakan sosok perempuan berjilbab putih tersebut. Uniknya, sosok penampakan wanita berjilbab tersebut ikut nampang dengan aksi-aksi yang tak kalah dengan aksi yang dilakukan oleh para wanita muda tersebut.

“Saya datang ke curug tersebut berempat. Tiga teman saya kemudian bermain air di curug tersebut, sedangkan saya yang mengambil gambar. Akan tetapi dari hasil rekaman video dan foto, jumlah orang yang terekam lebih dari tiga orang. Padahal saat saya ambil gambarnya hanya tiga orang,” jelas Sisum kepada Radarmas (Grup JPNN) didampingi pacarnya Alif(20), warga Desa Bobotsari.

Saat itu, dia bersama dengan rekan-rekan sepermainannya di Desa Tlahab Kidul, yang bekerja di Jakarta, tengah merayakan tahun baru. Dia juga menjelaskan, tidak mengetahui siapa sosok makhluk wanita berjilbal putih tersebut.Dari keterangan beberapa warga Tlahab Kidul, curug yang digunakan oleh empat wanita muda tersebut untuk bertamasya merupakan tempat yang cukup wingit. Sebab, di atas curug tersebut terdapat pemakaman yang cukup dikeramatkan oleh warga setempat.

Curug tersebut sendiri masih belum dibuka untuk masyarakat umum seperti curug-curug lainnya yang ada di wilayah Purbalingga. Sebab, curug tersebut terletak di daerah yang sulit dijangkau. Munculnya video penampakan sosok perempuan berjilbab putih tersebut, sontak membuat warga geger. Di pos ojeg Desa Bobotsari yang terdapat di sebuah konter pulsa Tata Cell, warga berebut melihat video dan foto yang sudah ditransfer ke komputer milik warga, yang memiliki konter tersebut.

“Video tersebut membuat saya penasaran. Sebab, menurut beberapa warga, wanita berjilbab putih tersebut merupakan korban yang tenggelam di curug tersebut,” kata Adi, salah satu warga.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2011/01/27/83014/Heboh,-Penampakan-Wanita-Berjilbab-
01.00 | 0 comments | Selengkapnya

Menyibak Misteri Lukisan Darah di Kokas

Mmengunjungi Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, laksana mengunjungi sebuah kota tua. Di wilayah distrik ini terdapat situs kuno yang menyimpan keajaiban dengan misteri di dalamnya. Tak hanya menarik, tapi juga mengundang orang untuk datang menjumput keelokannya.

Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Lukisan ini merupakan peninggalan jaman prasejarah

Salah satu situs kuno yang terkenal di Kokas adalah lukisan di tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras.

Lantas, apa keunikan lukisan berupa gambar telapak tangan manusia dan binatang di dinding tebing tersebut? Meski sudah berabad-abad lamanya, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing ini juga menyerupai warna darah manusia. Oleh karenanya masyarakat setempat juga sering menyebut lukisan tersebut sebagai lukisan cap tangan darah.

Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.

Dari seluruh penumpang di perahu itu, hanya nenek ini yang meninggal. Konon tak ada satu pun penumpang di atas perahu yang berusaha membantu sang nenek untuk menyelamatkan diri. Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk seluruh penumpang perahu yang berusaha menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.

Di lokasi lukisan tebing ini Anda juga bisa menyaksikan kerangka-kerangka tulang manusia. Kerangka ini dipercaya merupakan kerangka leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Pada zaman dahulu masyarakat di sini memiliki kebiasaan meletakkan jasad leluhur yang meninggal di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang dianggap sakral.


Tulang tengkorak terdapat di tebing di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakat setempat yang tidak menguburkan jazad leluhur melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung ataupun di bawah pohon besar yang khusus atau dianggap sakral.

Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata, Distrik Kokas, Fak-Fak, Papua Barat

Tertarik menelusuri jejak prasejarah di Kokas? Dari terminal Fakfak Anda harus menempuh perjalanan darat menuju Kokas menggunakan angkutan luar kota. Jarak Fakfak-Kokas sejauh 50 kilometer akan ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam. Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 per orang, sekali jalan.

Tiba di Kokas, perjalanan masih harus dilanjutkan menggunakan longboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, Anda bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan ini dari dekat. Namun, jika air surut, keindahan lukisan tebing ini hanya bisa dinikmati dari atas longboat.

Sumber : http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/03/03/menyibak-misteri-lukisan-darah-di-kokas/
00.54 | 0 comments | Selengkapnya
 

© Copyright Martins Blog 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.